01 Jul

Budidaya Kelor Semakin Populer

kelor

Budidaya Kelor atau moringa oleifera saat ini makin trend di masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari kegunaan dari berbagai bagian pohon kelor tersebut, baik itu dari batangnya maupun daunnya. Terutama daun kelor, diketahui banyak memiliki khasiat untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Saat ini semakin banyak permintaan masyarakat akan daun kelor ini, sehingga budidaya tanaman kelor memiliki prospek yang sangat cerah untuk digeluti

Secara umum tampilan fisik dari tanaman kelor atau moringa oleifera ini adalah tumbuhan yang memiliki tinggi batang sekitar 7 sampai 11 meter. Daunnya berbentuk oval telur dengan ukuran kecil yang memiliki susunan majemuk dalam satu tangkai. Memiliki bunga berwarna putih kekuningan, sedangkan buahnya berbentuk segitiga memanjang. Tanaman kelor bisa tumbuh subur di hampir seluruh wilayah Indonesia, baik dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1000 m diatas permukaan laut, sehingga budidaya tanaman kelor ini bisa dilakukan di semua wilayah. umumnya, tanaman kelor biasa ditanam sebagai batas pagar dihalaman atau di ladang

budidaya kelorTernyata maraknya budidaya tanaman kelor ini tidak terlepas dari khasiat daun kelor tersebut untuk kesehatan. Dari beberapa literature yang ada, diketahui daun kelor memiliki manfaat sebagai antimikroba, antibakteri, antioksidan, mempercepat penyembuhan berbagai penyakit radang, mengobati penyakit flu dan pilek, cacingan, bronchitis, kanker, dan tiroid. Beberapa literature bahkan menyebutkan bahwa daun kelor ini memiliki manfaat untuk mengendalikan virus herpes simplek dan HIV/AIDS.

Bagi anda yang tertarik untuk menggeluti bisnis budidaya kelor, saat ini sebenarnya sudah tersedia banyak pihak yang menjual bibit tanaman pohon kelor. Namun, perlu dipelajari terlebih dahulu beberapa hal terkait teknik bercocok tanam yang baik. beberapa teknik yang diperlukan tersebut antara lain syarat tumbuh, bagaimana cara perbanyakan tanaman, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit dan pemanenan dan pengangkutan. Selain teknis cara-cara bertanaman, budidaya tanaman kelor juga perlu memperhatikan aspek pemasaran dari hasil panen tanaman kelor tersebut. Jika beberapa aspek ini sudah dipenuhi, maka prospek budidaya kelor ini akan baik untuk digeluti secara serius.

Jika anda membutuhkan daun kelor untuk pengobatan berbagai penyakit, dapatkan teh kelor dan kapsul kelor dengan menghubungi 0852 8304 3385.

24 Jan

Budidaya Kelor Di Indonesia

biji-kelor

Tanaman Kelor tumbuh dalam berbentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 7–12 m. Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, helai daun saat muda berwarna hijau muda – setelah dewasa hijau tua, bentuk helai daun bulat telur, panjang 1–2 cm, lebar 1–2 cm, tipis lemas, ujung dan pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus. Percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang.

Budidaya kelor (Moringa oleifera) memerlukan pemeliharaan yang sangat minim dan dapat bertahan pada musim kering yang sangat panjang. Tanaman ini cepat tumbuh, berbungga dan sehingga menghasilkan buah sekitar satu tahun sejak ditanam. Budidaya kelor ini dapat tumbuh baik di daerah yang beriklim tropis, yaitu di negara Afrika dan seluruh Asia dan salah satunya tentu di Indonesia.

Kemampuan tumbuh yang cukup baik dan cara budidaya yang mudah yaitu dengan :
– biji
– stek

budidaya kelor

Budidaya tanaman kelor ini dapat ditanam di semua daerah di Indonesia. Salah satu sifat yang menguntungkan untuk membudidayakan pohon kelor ini, yaitu minimnya penggunaan pupuk kimia dan jarang diserang hama (oleh serangga) ataupun penyakit (oleh mikroba).

Indonesia adalah negara dengan banyak potensi keanekaragaman hayati yang sebelumnya terbukti telah dimanfaatkan oleh nenek moyang kita. Kelor adalah salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan dengan baik dan banyak tumbuh serta mudah dibudidayakan di Indonesia.

Menanam kelor dapat berkembang biak dengan baik pada daerah yangmempunyai ketinggian tanah 300-500 m dpl. Pohon Kelor tidak terlalu besar batangnya, kayunya mudah patah dan cabangnya agak jarang tetapi mempunyai akar yang kuat. Daunnya berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai dan menyerupai kuku.