27 Jan

Kandungan Daun Kelor

teh kelor

Kelor atau dalam bahasa latin dikenal dengan Moringa Olifiera merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki manfaat yang sangat besar bukan hanya untuk pengobatan berbagai macam penyakit, tapi juga bisa digunakan sebagai sayur-sayuran. Bahkan sejak jaman dahulu, kelor terkenal sebagai tumbuhan yang biasa digunakan oleh orang ‘pintar’ untuk mengobati orang yang kemasukan roh jahat. Entah benar atau tidak, tapi praktek seperti ini masih digunakan sebagian orang dalam praktek klenik sepertri ini.

Kelor ini merupakan jenis tumbuhan yang bisa tumbuhan di banyak tempat, sehingga bisa dengan mudah ditemukan dimana saja. Kelor termasuk jenis pohon-pohonan dengan tinggi bisa mencapai 10 meter lebih. Daunnya berbentuk bulat kecil oval, dengan bunga berwarna kuning. Batangnya berukuran sedang dan biasanya memanjang lurus.

Kandungan Daun Kelor
Banyaknya Daun Kelor yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Kandungan Kelor yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 65 %

  • Jumlah Kandungan Lemak Daun Kelor = 1,7 gr
  • Jumlah Kandungan Karbohidrat Daun Kelor = 14,3 gr
  • Jumlah Kandungan Protein Daun Kelor = 6,7 gr
  • Jumlah Kandungan Fosfor Daun Kelor = 70 mg
  • Jumlah Kandungan Zat Besi Daun Kelor = 7 mg
  • Jumlah Kandungan Kalsium Daun Kelor = 440 mg
  • Jumlah Kandungan Energi Daun Kelor = 82 kkal
  • Jumlah Kandungan Vitamin B1 Daun Kelor = 0,21 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin C Daun Kelor = 220 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin A Daun Kelor = 11300 IU

Bagian daun, buah dan batangnya ternyata bisa digunakan sebagai bahan pengobatan. Berbagai riset membuktikan bahwa daun kelor efektif digunakan sebagai pengobatan penyakit berbagai masalah penyakit pencernaan, seperti luka lambung dan luka usus. Kandungan anti oksidan dalam daun kelor sangat tinggi sehingga bisa digunakan untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak.

Perbandingan kandungan daun kelor dengan bahan makanan lainnya :
khasiat yang terkandung dalam daun kelor

Daun Kelor bisa pula dingunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga sangat berguna untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penelitian lain menyebutkan bahwa kelor bisa pula digunakan untuk penyembuhan penyakit kanker, karena ternyata memiliki efek sebagai penjinak sel-sel kanker.

Pemesanan kapsul dan teh daun kelor dapat menghubungi : 0878 8565 3735 / 0852 8304 3385

25 Jan

Daun Kelor Untuk Diabetes

gambar daun kelor 5

Manfaat daun kelor sangat banyak sekali dalam dunia pengobatan tradisional. Manfaat daun kelor yang paling sederhana adalah penggunaan daun kelor untuk mengobati sakit demam atau panas a=pada anak bayi dan anak balita. Hal ini telah dilakukan sejak jaman dahulu karena daun kelon memiliki efek mendinginkan suhu tubuh yang panas. Bahkan karena tingginya kandungan zat-zat nutrisi yang dibutuhkan bagi tubuh, badan kesehatan dunia, WHO menganjurkan bahwa setiap bayi hendaknya diberikan asupan daun kelor sebagai sayur, mengingat kandungan protein, kalsium dan vitamin yang terdapat dalam daun kelor sangat tinggi dibandingkan dengan buah atau sayuran lain.

Riset membuktikan bahwa daun kelor efektif digunakan sebagai pengobatan penyakit berbagai masalah penyakit pencernaan, seperti luka lambung dan luka usus. Kandungan anti oksidan dalam daun kelor sangat tinggi sehingga bisa digunakan untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak. Daun Kelor bisa pula dingunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga sangat berguna untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penelitian lain menyebutkan bahwa kelor bisa pula digunakan untuk penyembuhan penyakit kanker, karena ternyata memiliki efek sebagai penjinak sel-sel kanker. Manfaat lain dari daun kelor diantaranya adalah untuk menormalkan fungsi ginjal, memperbaiki fungsi hatin dan bersifat anti radang.

daun kelor untuk diabetes

Daun kelor untuk Diabetes
Daun Kelor mengandung sejumlah besar asam oleat. Seperti dengan semua senyawa nutrisi tinggi lainnya yang terkandung dalam daun kelor. Asam oleat ini tidak diproses atau disintesis dengan cara apapun, sehingga tersedia untuk diserap secara langsung oleh tubuh manusia.

Selain mengandung asam oleat dengan kadar sangat tinggi (73 %), daun Kelor pun padat nutrisi penting lainnya yang membantu dalam memerangi diabetes. Beberapa sumber mengungkapkan tidak ada jenis tanaman lain di bumi yang lebih padat nutrisinya dibanding Daun Kelor.

Kasus Diabetes retinopati, atau kerusakan mata dari diabetes berkepanjangan, terjadi pada sekitar 40 % dari semua orang Amerika yang didiagnosis. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan dari waktu ke waktu. Daun Kelor sangat kaya dengan vitamin A (daun segar mengandung 4 kali dan serbuk daun mengandung 10 kali lipat vitamin A dalam wortel) berfungsi untuk membangun kekuatan kornea, menghentikan peradangan mata dan menghindari resiko degenerasi.

Vitamin C diperlukan untuk regulasi insulin. Kekurangan vitamin C dapat mempengaruhi kemampuan pankreas untuk mengeluarkan insulin, yang memberikan kontribusi pada peningkatan yang tinggi dari gula darah. Daun Kelor mengandung kadar tinggi vitamin C (daun segar mengandung 7 kali lipat vitamin C dalam jeruk) yang membantu pankreas mengeluarkan insulin pada tingkat yang normal. Daun Kelor sebagai sumber yang kaya asam askorbat membantu dalam sekresi insulin. Inilah yang membuat kelor sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.

Vitamin D sangat penting untuk sel-sel dalam pankreas untuk dapat mensekresikan insulin dengan benar. Dalam penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat vitamin D paling rendah, memiliki risiko lebih besar terkena diabetes. Perlu dicatat bahwa nutrisi tertentu seperti vitamin B1, B2, B12, asam pantotenat, vitamin C, protein dan kalium – bersama dengan makan ringan yang mengandung karbohidrat – benar-benar dapat merangsang produksi insulin dalam tubuh.

Berbagai jenis vitamin dan mineral lainnya juga dapat membantu dalam produksi dan regulasi insulin, baik di pankreas dan tempat lain di seluruh tubuh. Misalnya, vitamin E telah ditunjukkan dalam beberapa studi untuk mengurangi risiko terkena diabetes. Vitamin E memudahkan tubuh untuk mengangkut dan mengelola insulin dengan meningkatkan integritas membran sel.

Daun Kelor untuk diabetes juga mengandung 46 antioksidan kuat lainnya, sangat membantu dalam meningkatkan manajemen tubuh Anda dan regulasi gula darah pada tingkat sel dan menyediakan asupan makanan dengan spektrum penuh nutrisi untuk menyeimbangkan efek dari diabetes. Dengan begitu banyaknya manfaat daun kelor tersebut, beberapa produsen produk herbal membuat ekstrak daun kelor dalam berbagai bentul, baik kapsul, tablet maupun dalam bentuk teh. Hal ini tentu akan mempermudah konsumen untuk mendapatkan manfaat daun kelor yang lebih praktis.

24 Jan

Budidaya Kelor Di Indonesia

biji-kelor

Tanaman Kelor tumbuh dalam berbentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 7–12 m. Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, helai daun saat muda berwarna hijau muda – setelah dewasa hijau tua, bentuk helai daun bulat telur, panjang 1–2 cm, lebar 1–2 cm, tipis lemas, ujung dan pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus. Percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang.

Budidaya kelor (Moringa oleifera) memerlukan pemeliharaan yang sangat minim dan dapat bertahan pada musim kering yang sangat panjang. Tanaman ini cepat tumbuh, berbungga dan sehingga menghasilkan buah sekitar satu tahun sejak ditanam. Budidaya kelor ini dapat tumbuh baik di daerah yang beriklim tropis, yaitu di negara Afrika dan seluruh Asia dan salah satunya tentu di Indonesia.

Kemampuan tumbuh yang cukup baik dan cara budidaya yang mudah yaitu dengan :
– biji
– stek

budidaya kelor

Budidaya tanaman kelor ini dapat ditanam di semua daerah di Indonesia. Salah satu sifat yang menguntungkan untuk membudidayakan pohon kelor ini, yaitu minimnya penggunaan pupuk kimia dan jarang diserang hama (oleh serangga) ataupun penyakit (oleh mikroba).

Indonesia adalah negara dengan banyak potensi keanekaragaman hayati yang sebelumnya terbukti telah dimanfaatkan oleh nenek moyang kita. Kelor adalah salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan dengan baik dan banyak tumbuh serta mudah dibudidayakan di Indonesia.

Menanam kelor dapat berkembang biak dengan baik pada daerah yangmempunyai ketinggian tanah 300-500 m dpl. Pohon Kelor tidak terlalu besar batangnya, kayunya mudah patah dan cabangnya agak jarang tetapi mempunyai akar yang kuat. Daunnya berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai dan menyerupai kuku.